- Home »
- About Me
Unknown
On Jumat, 18 Maret 2016
Artikel
ini ditujunkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen.
Namaku Muhammad Ma’ruf Rabbani, dan orang-orang sering memanggilku Bani. umur 20 tahun. Aku telah menyelesaikan sekolah Madrasah Aliyah di Pesantren Persatuan Islam 112 Bogor dengan nilai ujian nasional rata-rata 7,3 dengan predikat sangat memuaskan (untuk diriku sendiri J). Dan melanjutkan kuliah S1 program studi Manajemen Keuangan di Sekolah Tinggi Ekonomi Kesatuan sampai sekarang.
Aku sering terlibat dalam berbagai kegiatan
saat sekolah maupun kuliah untuk memperluas dan meningkatkan soft skill yang
dimiliki. Aku pernah menjabat sebagai ketua di divisi keuangan OSIS saat sekolah,
Aku bergabung dalam organisasi LDK sewaktu sekolah dan aku ikut bergabung di
dalam ikatan investor muda Indonesia di perkuliahan dan sering mengikuti
berbagai pelatihan serta menjadi panitia untuk beberapa seminar dan event-event
di berbagai tempat. Selain itu aku juga pernah bekerja sebagai Marketing di
perusahaan pay TV PT. MNC Sky Vision, di PT. Mediatama Anugrah Citra (nexmedia)
sebagai Marketing Senior, dan juga bekerja di PT. AIA Financial sebagai Financial
consultant sampai sekarang.
Tapi sebenarnya di balik itu semua, aku
tidak tahu atau mungkin kata yang lebih tepat digunakan ialah bingung bagaimana
cara mendeskripsikan seperti apa diriku sendiri karena aku sendiri tidak tau
untuk apa aku hidup atau dalam hidup ini apa yang harus aku lakukan. Mungkin
karena itulah aku tidak pernah menyelesaikan apapun dengan benar. Aku tidak
akan menyalahkan kedua orang tuaku karena orang tuaku sudah memberikan semua
yang aku butuhkan dalam menjalani hidup ini. Ayah dan Ibuku selalu mengajarkan
hal-hal yang baik kepadaku, memberitauku apa yang boleh dan apa yang tidak
boleh aku lakukan, membiarkanku untuk memilih jalan hidupku sendiri bahkan memilih
agama yang akan aku yakini. Dan perkataaan ayahku yang selalu aku ingat yang
mungkin ayahku juga sudah lupa kalau dia pernah mengatakan hal itu kepadaku, bahwa
ayahku pernah berkata “di dalam hidup ini, kamu harus meletakan keyakinannmu di
atas segala-galanya”.
Dan kata-kata itulah yang aku pegang sampai
sekarang, walaupun aku pernah mengalami rasa cinta yang sangat mendalam terhadap
seseorang sampai-sampai rasa cintaku menyalahi keyakinanku sendiri. Aku tau aku
menghianati keyakinanku, tapi kalau aku tidak mencintainnya.. berarti aku
menghianati hatiku sendiri. Aku berjanji akan memperbaiki hal ini, lagi pula
dia berjanji padaku untuk merubah beberapa pandangannya jika aku serius dengannya.
Jadi aku tidak perlu terlalu merasa bersalah. Untung saja aku dan dia memiliki
keyakinan yang sama, dan aku sangat menyayanginnya.
Khusus untuk ibuku, aku sangat mencintai
dan menyayanginya. Dialah yang mengajarkanku apa artinya kasih sayang, dia selalu mencintai dan melindungiku, dia
selalu berbuat baik padaku walaupun aku selalu membuatnya kesal. Dia selalu
memberi semua yang aku butuhkan tanpa mengharapkan apapun dariku. Dan itulah yang
selalu menginspirasi hidupku, Berbuat baik kepada semua orang tanpa
mengharapkan imbalan apapun.
Yang aku tidak mengerti adalah, aku sudah
mencoba berbuat baik kepada semua orang, tapi masih ada saja orang yang tidak
suka padaku. Tapi aku akan terus berbuat baik kepada semua orang karena ibuku
selalu berbuat baik padaku tidak peduli aku selalu berulah atau tidak. Aku juga
selalu membantu semua orang dengan semua kemampuan yang aku bisa, tetapi masih
ada saja orang yang tidak senang padaku.
Lalu aku tersadar bahwa, ini semua bukan tentang
hubungan antara aku dengan semua orang yang aku kenal. Tapi ini adalah hubungan
antara aku dengan Tuhanku.
Sesuai dengan nama yang diberikan oleh
kedua orang tuaku, Muhammad Ma’ruf Rabbani yang memiliki arti ilmu dan
ketakwaan yang sempurna kepada Allah SWT. Dan orang-orang sering mengatakan kepadaku bahwa itu adalah nama yang memiliki makna sangat berat. Aku tau itu, aku pikir tidak perlu orang-orang tau
apa yang aku lakukan atau tidak peduli apa yang orang-orang katakan terhadapku.
Cukup aku dan Dia-lah yang tau.
Dan akhirnya aku tau untuk apa aku hidup,
yaitu untuk membahagiakan orang yang menyayangiku dan aku sayangi. Dan teruntuk
dia yang sempat membuat goyah keyakinanku, kau membuatku merasa lengkap.